Struktur Theme WordPress




Theme wordpress merupakan bentuk format keseluruhan isi halaman sebuah Web, tersusun terdiri dari 4 komponen pokok . Komponen tersebut adalah header, content, sidebar, dan footer. Pada pembuatan theme wordpress, komponen header, sidebar dan footer dibuat pada file terpisah yaitu file header.php, sidebar.php dan footer.php. File-file tersebut nantinya bersama-sama akan menyusun halaman index.php, single.php, page.php, archive.php, search.php, dan 404.php.

Skema blog theme seperti terlihat pada gambar.

Adapun bagian-bagian file pembentuk itu selengkapnya terdiri atas:
  1. index.php
  2. header.php
  3. footer.php
  4. sidebar.php
  5. comments.php
  6. functions.php
  7. archive.php
  8. 404.php
  9. page.php
  10. screenshot.png
  11. search.php
  12. searchform.php
  13. comments-popup.php
  14. single.php
  15. style.css
  16. folder images
Itulah yang saya ketahui, kalau kurang ya tolong di tambahi, he he

Dan keterangan mengenai bagian-bagian dari theme ini akan dibahas di posting-posting berikutnya. Tunggu aja.

Setting Samba untuk Share file di Ubuntu

Dalam hal mau share file di Linux memang tidak seperti si Windows  7/XP/Vista yang bisa men-share file dengan hanya cukup klik kanan>share saja, disini kita memerlukan fasilitas seperti Samba Daemon. Samba memang sedikit lebih rumit, tapi sebenanya tidak begitu ribet lah untuk meng konfigurasikan nya di Linux/ Ubuntu.

Instalasi Samba
Langkah pertama tentunya kita harus memasang dulu Samba nya (jika belum terpasang). Disebagian Distro sudah ada yang terpasang dan siap dipergunakan:
Untuk menginstall nya gunakan perintah dari Common line dan jalankan sebagai root:
$ sudo apt-get install samba
Edit konfigurasi utama dari sambadi file smb.conf:
$ sudo gedit /etc/samba/smb.conf
Pada bagian: 
### Authentication ###
security = user menjadi security = share (sesuai dengaun keperluan kita, . . untuk Share . . )
Jangan lupa cabut pagernya “#”.
Hapus pagar # pada baris 
        guest account = nobody.

Kemudian buat profil sambanya dengan cara menambahkan  baris berikut:
writable = yes # bila ingin read-only, ganti menjadi no
path = /folder_yang_hendak_dishare
public = yes
guest ok = yes # user guest bisa menggunakan share ini.
guest only = yes # hanya user guest bisa menggunakan share ini.
guest account = nobody # guest adalah semua user yang tidak terdaftar pada sistem
browsable = yes
Simpan filenya, lalu restart Samba daemon:
$ sudo /etc/init.d/samba restart
Maka Anda bisa menggunakan Samba dengan mudah (tanpa user/password).
Berikut cara membuat Share yang bisa diakses oleh siapa saja:
Buka System>Administration>Samba untuk membuka Samba GUI, atau Alt+F2 dan ketikkan "gksu system-config-samba” tanpa tanda petik.
Masukkan password user Anda, maka akan muncul seperti ini:


Tekan “Add Share” untuk menambahkan share
Pada tab “Basic”, browse direktori yang hendak dishare, berinama/deskripsi lalu ceklis “Writable” (uncek bila ingin read-only) dan ceklis “Visible” agar share dapat terlihat di jaringan


Pada tab “Access”, pilih “Allow access to everyone” agar semua user dapat mengaksesnya tanpa password


Tekan OK dan keluar dari Samba GUI.
Selamat Mencoba, dan ber share ria..

Belajar PHP

 

Apa itu PHP?

Salah satu alasan mengapa nama PHP menjadi terkenal di kalangan Web Server sekarang ini adalah karena kemampuannya yang menakjubkan. PHP dapat berkomunikasi dengan berbagai macam database dan mengenal semua protokol internet. PHP mudah digunakan dan cepat. Class-class / fungsi-fungsi PHP dapat anda temukan dengan mudah di internet. Apabila anda ingin membuat web dinamis dan belum mengerti caranya, PHP adalahpilihan bahasa pemrograman yang tepat untuk anda.

PHP merupakan kependekan dari HyperText Preprocessor, awalnya merupakan kependekan dari Personal HomePage. PHP Merupakan bahasa pemrograman yang biasanya ditulis bersama kode HTML. Tidak seperti HTML yang langsung dikirim ke browser, script PHP di parsing dulu oleh PHP binary dalam komputer server. Elemen HTML dibiarkan tetapi kode PHP di eksekusi terlebih dahulu dan hasilnya dalam bentuk HTML dikirim ke browser pengguna. Kode PHP mampu menjalankan perintah database, membuat gambar, membaca dan menulis file, serta kemampuan lainnya yang tidak memiliki batas.

Pada versi 5 keatas PHP telah memiliki konsep OOP (Pemrograman Berorientasi Objek) yang cukup bagus dan sebanding dnegan Java. Jadi jika anda menggunakan PHP 5 anda harus terbiasa dengan konsep OOP. Saya akan membahas konsep OOP lain kali, disini kita menggunakan PHP 4 dan tidak menggunakan konsep OOP. Jadi sangat cocok bagi anda yang merupakan pemula dan ingin belajar PHP seperti saya. he he he

PHP pertama saya

Perlu di ingat jika anda membuat file PHP, maka anda perlu menyimpannya di folder root yang bisa diakses oleh Web server seperti : /var/www/. Sekarang  buatlah folder dan beri nama folder tersebut 'contoh'. Seperti dokumen HTML, PHP merupakan file text. Karena itu anda dapat membuatnya dengan text editor
Engine PHP akan mengeksekusi kode PHP setelah (<?) sampai ketemu dengan (?>), jika kode PHP anda benar maka hasilnya akan ditampilkan, tetapi apabila salah maka terdapat pesan error dengan memberi tahu anda pada baris berapa terdapat error nya. Sekarang buka teks editor favorit anda dan cobalah kode berikut ini:

<?

print ("Hello World!");

?>
 
Sekarang simpan file tersebut di  /var/www/.hello.php. Buka browser anda dan jalankan 'http://localhost/contoh/hello.php'. Maka pada browser anda akan tampil seperti ini:
Tampilan kode PHP Hello World

print() merupakan fungsi untuk mengoutput data. Apa saja yang dituliskan oleh print() akan ditampilkan pada browser. print() merupakan salah satu fungsi yang terdapat dalam PHP untuk menampilkan data, biasanya dimodifikasi dengan data yang dimasukkan, Dalam kasus ini anda menjalankan fungsi print() yang berisi sekumpulan karakter (Hello World) atau disebut String. String harus diapit oleh tanda ".
Setiap baris dari kode PHP selalu diakhiri dengan tanda titik koma " ; "
Anda dapat memasang kode PHP didalam HTML, cukup seperti ini:

<html>

<head>

<title>My first PHP</title>

</head>

<body>

<?

print "Hello <b>World</b>";

?>

</body>
 
Tetapi anda tidak bisa menyimpannya dalam format .html, anda harus menyimpannya dalam format .php

Comments

Sama seperti HTML, anda pun bisa menuliskan komentar di kode PHP anda. Untuk menuliskan komentar satu baris pada PHP harus diawali dengan dua tanda // atau sebuah tanda #. Semua teks setelah tanda tersebut tidak akan dibaca oleh PHP. Jika anda ingin menuliskan komentar lebih dari satu baris anda dapat menggunakan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */. Contoh:

<?

// Ini merupakan kode pertama saya
print ("Hello World!");

?>

Variables

Variabel merupakan sebuah tempat yang anda definisikan untuk menyimpan sebuah nilai. Variabel mempunyai nama yang anda definisikan dan diawali dengan tanda $. Nama variabel bebas anda dapat menuliskan dengan karakter, angka dan garis bawah "_". Nama variabel tidak boleh mengandung spasi atau karakter lain selain angka dan huruf. Contoh:

<?

$nama="bobi";

$umur=30;

$negara="Indonesia";

print "Halo nama saya $name, saya $age tahun dan tinggal di $country";

?>
 
Hasil:
Halo nama saya bobi, saya 30 tahun dan tinggal di Indonesia
Sudah dapet maksudnya? Jika anda lihat kode diatas, kita membuat variabel nama yang diisi dengan teks "bobi", kita kuga membuat variabel umur dan negara. Maka apabila kita menulis $umur didalam fungsi print maka yang ditampilkan adalah isi dari variabel tersebut. Kita juga dapat mengisi variabel dengan variabel yang lain serta dapat memanipulasinya. Ini contohnya:

<?

$x=3;

$y=4;

$hasil=$x+$y;

print "$x + $y = $hasil<br>";

$firstname="Dhimas";

$lastname="Ronggobramantyo";

$fullname="$firstname $lastname";

print "Nama saya adalah $fullname";

?>
 
Hasil:
3 + 4 = 7
Nama saya adalah Dhimas Ronggobramantyo
Jika anda lihat pada variabel "hasil" kita mengisinya dengan variabel x ditambah variabel y. Kita melakukan manipulasi yaitu menambah nilai variabel x dan y yang hasilnya disimpan pada variabel hasil. Sebelum anda meneruskan, coba anda pahami terlebih dahulu mengenai variabel, cobalah untuk mengubah kode-kode yang ada.

Array

Array merupakan sekumpulan elemen yang memiliki tipe yang sama. Di dalam array data tersimpan dengan menggunakan index untuk memudahkan pencarian kembali data tersebut. Variabel hanya memiliki sebuah nilai sedangkan array dapat mempunyai sejumlah nilai. Data dalam suatu array disebut elemen-elemen array. Semua elemen array yang tersimpan mempunyai tipe data yang sama. Array dapat berdimensi satu atau lebih (multidimensi). Oke sekarang cobalah contoh berikut ini:

<?

$name[0]="James";

$name[1]="Bobi";

$name[2]="Robert";

print "Halo nama saya $name[0] dan teman saya adalah $name[2]";

?>
 
Hasil:
Halo nama saya James dan teman saya adalah Robert
Mirip dengan variabel kan, hanya saja terdapat kurung siku atau dikenal dengan istilah vektor untuk membedakan antara $name yang satu dengan yang lain. Untuk membuat array anda dapat menggunakan cara lain yaitu menggunakan fungsi array(). Contoh:
$name = array("James", "Bobi", "Robert");
Pada bagian vektor (yang didalam kurung siku) tidak hanya dapat di isi angka saja tetapi juga dapat di isi oleh teks. Contoh:

<?

$country["james"]="United States";

$country["bob"]="United Kingdom";

$country["robert"]="Singapore";

print "Hallo $country[james]";

?>

If statement

Belajar pemrograman tidak akan lengkap jika belum ada if. Fungsi if digunakan untuk membuat berbagai ekspresi yang berbeda, apabila ekspresinya benar maka kode yang didalam ekspresi tersebut akan dijalankan. Untuk gampangnya perhatikan diagram kode diabawah ini:

if ( expression 1 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 benar
}
elseif ( another expression 2 )
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 salah
// dan ekspresi 2 benar
else
{
// kode yang dijalankan apabila ekspresi 1 dan 2 salah
}

Apabila ekspresi 1 bernilai benar maka kode didalamnya akan dijalankan, dan setelah itu selesai. Tetapi apabila ekspresi 1 salah maka program akan membaca ekspresi 2, apabila ekspresi 2 maka kode didalamnya akan dijalankan dan selesai. Tetapi apabila ekspresi 2 salah maka program akan menjalankan kode yang berada didalam else karena semua ekspresi sebelumnya salah. Anda dapat menambahkan elseif sebanyak apapun yang anda mau. Cobalah kode berikut ini:

<?

$x=3;

if ($x > 5) {

   
print "$x lebih besar dari 5";

} else if ($x < 5) {

   
print "$x lebih kecil dari 5";

} else if ($x == 5) {

   
print "$x sama dengan 5";

} else {
    print "$x bukan merupakan angka";
}

?>
 
Variabel $x menyimpan nilai yaitu "3". Angka "3" tidak lebih besar dari "5", Maka ekspresi pertama akan dilewati. Pada elseif berikutnya diuji apakah 3 < 5, tentu saja hasilnya benar. Maka blok kode didalamnya akan dijalankan. Cobalah untuk mengganti nilai variabel $x agar mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Pahamilah  perbedaannya. Contoh lainnya:

<?

$score=67;

if ($score < 20) {

print "Nilai anda: $score, anda dapat E";

}

elseif ( ($score > 20) && ($score < 40) ) {

print "Nilai anda: $score, anda dapat D";

}

elseif ( ($score > 40) && ($score < 60) ) {

print "Nilai anda: $score, anda dapat C";

}

elseif ( ($score > 40) && ($score < 80) ) {

print "Nilai anda: $score, anda dapat B";

}

else {

print "Nilai anda: $score, anda dapat A";

}

?>

Switch Statement

Perintah switch merupakan alternatif pengganti dari If. Perintah switch akan menyeleksi kondisi yang diberikan dan kemudian membandingkan hasilnya dengan konstanta-konstanta yang ada didalam case. Pembandingan akan dimulai dari konstanta pertama sampai terakhir. Jika kondisi ditemukan maka program akan membaca kode didalam konstanta tersebut, dan ketika bertemu perintah break; maka program akan keluar dari fungsi switch. Untuk lebih jelasnya perhatikan diagram kode berikut ini:

switch ( expression )
{
case result1:
// Kode akan dijalankan apabila ekspresi sesuai dengan result1
break;
case result2:
// Kode akan dijalankan apabila ekspresi sesuai dengan result1
break;
default:
// Kode akan dijalankan apabila break tidak dijalankan
}

Pada dasarnya mirip dengan if, coba anda perhatikan contoh berikut ini:

<?

$sex=cowok;

switch ( $sex )

{

    case "cowok":

        print "Saya cowok";

        break;

    case "cewek":

        print "saya cewek";

        break;

    default:

        print "Saya bukan cowok/cewek 
tapi 
$sex";

}

?>

Pengulangan (while)

Fungsi while digunakan untuk melakukan pengulangan suatu blok kode. Jumlah pengulangan yang terjadi tergantung dari ekspresi yang ditentukan. Anda akan sering menggunakan fungsi while untuk mengambil data dari database. Blok diagram kode while kira-kira seperti ini:

while (ekspresi)
    Kode yang diulang
endwhile;

Inilah contohnya:

<?

$i=1;

while ($i <= 10) {

   
echo "Loop $i<br>";

   
$i++;

}

?>
 
Hasil:
Loop 1
Loop 2
Loop 3
Loop 4
Loop 5
Loop 6
Loop 7
Loop 8
Loop 9
Loop 10

autoincrement (++) dan autodecrement (--) sama saja artinya dengan menjumlahkan/mengurangkan nilai variabel dengan nilai satu, jadi jika kita memiliki variabel i yang bernilai 1 kemudian kita menjalankan $i++; maka nilai i akan menjadi 2. Pada kode diatas pertama-tama kita memberi nilai variabel i dengan 1. Kemudian dibawahnya ada kode while yang artinya jika nilai i lebih kecil sama dengan 10 maka kode yang berada didalam while akan dijalankan. Karena nilai i adalah 1 maka kode dijalankan yaitu mencetak teks Loop dan nilai variabel i yaitu 1. Setelah itu kode berikutnya adalah $i++; yang berarti nilai i menjadi 2.
Kembali mengecek apakah nilai i (yaitu 2) lebih kecil 10? karena benar maka kode didalam while dijalankan yaitu mencetak Loop dan nilai variabel i yaitu 2. Setelah itu kode berikutnya adalah $i++; yang berarti nilai i menjadi 3. Begitu seterusnya hingga nilai i betambah terus sampai ekspresi while salah (yaitu saat nilai i tidak lebih kecil dari 10) dan kode didalam tidak dijalankan.
Perlu di ingat apabila kita tidak memasang kode $i++; maka nilai i akan selalu 1 tidak bertambah sehingga kondisi i lebih kecil selalu tercapai dan pengulangan tidak berhenti. Hal ini akan membuat sistem berhenti bekerja, karena terus melakukan pengulangan.

Pengulangan (for)

Perintah for digunakan untuk mengulang perintah dengan jumlah pengulangan yang sudah diketahui. Pada perintah for anda tidak perlu menuliskan kondisi untuk diuji. Anda hanya menuliskan nilai awal dan akhir variabel penghitung. Nilai variabel penghitung ini akan bertambah atau berkurang setiap kali sebuah pengulangan dilakukan. Karena itu pengulangan yang tidak berhenti (seperti dalam kasus while) tidak akan terjadi. Diagram kodenya seperti ini:

for ( variable awal; ekspresi; variabel increment/decrement )
{
// Kode yang dijalankan
}

Ekspresi pertama merupakan variabel awal / nilai awal, sedangkan yang kedua merupakan kondisi yang harus dicapai agar pengulangan dilakukan, sedangkan yang ketiga merupakan peningkatan/penurunan nilai variabel. Contoh diatas yang menggunakan while jika kita menggunakan for akan seperti ini:

<?

for ($i=1; $i<=10; $i++) {
 
echo "Loop $i<br>";

}

?>
 
Hasil:
Loop 1
Loop 2
Loop 3
Loop 4
Loop 5
Loop 6
Loop 7
Loop 8
Loop 9
Loop 10

Fungsi

Fungsi merupakan sekumpulan kode yang dapat kita panggil kembali. Ketika dipanggil maka kode-kode didalam fungsi tersebut akan dijalankan. Dengan menggunakan fungsi, program akan lebih mudah dibaca dan kita tidak perlu menulis kode yang sama berkali-kali. Kita dapat mengirimkan nilai variabel kedalam fungsi dan ketika fungsi selesai dijalankan nilai variabel tersebut dapat kita ambil kembali. Oke untuk lebih jelasnya, misalkan kita memiliki kode PHP seperti ini:

<?



$i=7;

$a=9;

$x=$i+$a;

print "$x<br>";



$i=7;

$a=9;

$x=$i+$a;

print "$x<br>";



$i=7;

$a=9;

$x=$i+$a;

print "$x<br>";



$i=7;

$a=9;

$x=$i+$a;

print "$x<br>";



$i=7;

$a=9;

$x=$i+$a;

print "$x<br>";

?>
 
Jika kita menulis kode tersebut, kita telah membuang-buang waktu karena kita menulis kode yang sama sebanyak 5 kali. Jika kita menggunakan function() maka kita cukup menulisnya sekali saja, dan sisanya tinggal memanggil fungsi tersebut. Oke sekarang kita coba buat kode diatas menggunakan fungsi:

<?

function myfunction() {

$i=7;

$a=9;

$x=$i+$a;

print "$x<br>";

}



myfunction();

myfunction();

myfunction();

myfunction();

?>
 
Kita membuat fungsi dengan nama myfunction, kita bebas memberikan nama untuk fungsi yang kita buat. Didalam fungsi myfunction terdapat sekumpulan kode. Nah untuk memanggil fungsi myfunction kita cukup menulis nama fungsinya saja yaitu myfunction();
Anda juga dapat mengirim variabel kedalam sebuah fungsi. Misal anda memiliki kode seperti dibawah ini yang dibuat tanpa fungsi:

<?

$i=1;

$j=2;

$x=$i+$j;

print "$x<br>";



$i=3;

$j=4;

$x=$i+$j;

print "$x<br>";



$i=5;

$j=6;

$x=$i+$j;

print "$x<br>";



$i=7;

$j=8;

$x=$i+$j;

print "$x<br>";

?>
 
Seperti yang anda lihat pada kode diatas sama semua hanya saja nilai variabelnya berbeda, kita dapat membuat fungsi dimana nilai variabelnya bisa kita masukkan. Seperti ini kodenya jika kode diatas dibuat menggunakan fungsi:

<?

function anotherfunction($i,$j) {

$x=$i+$j;

echo "$x<br>";

}



anotherfunction(1,2);

anotherfunction(3,4);

anotherfunction(5,6);

anotherfunction(7,8);

?>
 
function anotherfunction($i,$j). $i dan $j adalah variabel yang memiliki nilai 1 dan 2 ketika kita memanggil fungsi  anotherfunction(1,2) Jika kita memiliki fungsi: 

function add($i,$j) {
...
}

Dan anda memanggil fungsi tersebut dengan add(1,2); maka nilai $i didalam fungsi tersebut adalah 1 dan nilai $j adalah 2.
Jika anda memiliki fungsi:

function substract($i,$j,$k) {
...
}
 
Dan anda memanggil fungsi substract(5,6,8); maka nilai $i = 5, $j = 6 dan $k = 8. Sekarang jika anda memanggil fungsi seperti ini:

$x=10;
substract(8,9,$x);


maka $i=8, $j=9 dan $k=10.
Bagaimana? sebelum anda lanjut akan lebih baik jika anda pahami betul mengenai fungsi, karena semakin besar kode PHP yang anda buat maka semakin banyak fungsi yang akan anda gunakan. Anda bisa saja membuat kode PHP tanpa fungsi, tetapi seperti yang saya bilang dengan fungsi anda bisa menghemat penulisan kode yang berulang-ulang.

Forms

Didalam dunia World Wide Web, form HTML merupakan tempat dimana kita bisa mengirimkan informasi dari pengguna ke server. PHP didesain agar dapat bekerja dan menerima informasi dari form HTML. Oke sekarang cobalah kode berikut ini dan simpan dengan nama form.php:

<form action="result.php" method="POST">

Name: <input type="text" name="myname" size="20"><br>

Address: <input type="text" name="myaddress" size="40"><br>

<input type="submit" name="submit" value="Send">

</form>
 
Sekarang tuliskan kode dibawah ini dan simpan dengan nama result.php:

<?

print "Selamat Datang, $myname.<br>";

print "Alamat anda adalah $myaddress";

?>
 
Jika anda buka result.php maka isi dari variabel $myname dan $myaddress kosong, karena memang belum anda deklarasikan isinya. Tetapi jika anda membuka file  form.php terdapat text field dengan nama "myname" dan "myaddress". Nah nama textfield ini akan menjadi nama variabel apabila kita mengirimkannya ke PHP. Buka form.php dan coba anda isi text nama dan alamat. Ketika tombol diklik maka variabel tersebut akan dikirim ke file post.php. Dan file post.php akan menerimanya dan menampilkannya.
Anda dapat mengirim nilai variabel tersebut ke file itu sendiri. Metode ini biasanya yang paling sering digunakan. Untuk mengirim variabel ke file dirinya sendiri ubah saja form action ke <?=$PHP_SELF?>. Cobalah kode dibawah ini dan simpan dengan nama self.php:

<html>

<head>

</head>

<body>

<?

If ($ok) {

print "Selamat Datang, $myname.<br>";

print "Alamat anda adalah $myaddress<br>";

}

?>

<form action="<?$PHP_SELF?>" method="POST">

Name: <input type="text" name="myname" size="20"><br>

Address: <input type="text" name="myaddress" size="40"><br>

<input type="submit" name="ok" value="Send">

</form>

</body>

</html>

Beberapa fungsi built in PHP

PHP memiliki buanyak fungsi didalamnya. Buanyak bukan banyak, karena memang sangat banyak. Anda dapat membaca semua fungsinya di manual PHP. Belum lagi class-class yang tersebar di internet. Dijamin anda akan menemukan apa yang anda butuhkan. Oke, kembali ke fungsi. Saya akan menerangkan 3 fungsi dalam PHP yaitu date(), strlen() dan substr().
Fungsi date() digunakan untuk menampilkan tanggal dari server. Kita bisa mengatur hasil tampilan dari date() sesuka hati kita. Inilah kode-kode yang digunakan untuk menampilkan format date():

Format Deskripsi Hasil
a 'am' atau 'pm' huruf kecil pm
A 'AM' atau 'PM' huruf besar PM
d Tanggal (dengan angka diawali dengan 0) 20
D Hari (3 huruf) Thu
F Bulan January

Jam (format 12 jam - diawali dengan 0) 03
H Jam (format 24 jam - diawali dengan 0) 20
g Jam (format 12 jam - tanpa 0) 3
G Jam (format 24 jam - tanpa 0) 20
i Menit 47
j Tanggal (tanpa 0) 3
1 Hari Thursday
L Melompati tahun ('1' untuk ya, '0' untuk no) 1
m Bulan (angka - diawali dengan 0) 01
M Bulan (3 huruf) Jan
n Bulan (angka - tanpa 0) 1
s Detik 24
U Time stamp 1142743213
y Tahun (2 digit) 06
Y Tahun (4 digit) 2006
z Jumlah hari dalam setahun (0-365) 19
Z Waktu dari GMT 0

Contoh:

<?

print "Today is ";

print date("j of F Y, \a\\t g.i a");

?>
 
Hasil:
Today is 11 of October 2007, at 11.42 am
Bagaimana? mudah bukan untuk menampilkan tanggal pada PHP, sekarang kita pelajari strlen()
strlen() digunakan untuk mengetahu panjang dari string atau jumlah karakter dalam string. strlen() memerlukan masukan berupa string dan akan mengembalikan nilai yang merupakan jumlah karakter dalam string tersebut.
substr() digunakan untuk memotong suatu string dengan menentukan posisi karakter awal dan jumlah karakter yang akan dipotong. Daripada bingung cobalah kode berikut ini:

<?

$text="Computer";

print strlen("$text");

print "<br>";

print substr("$text",3);

print "<br>";

print substr("$text",3,3);

?>
 
Hasil:
8
puter
put
Bagaimana? mudah kan. Semua yang telah anda baca, mulai dari menginstall hingga bagian ini merupakan dasar-dasar dari PHP dan masih banyak lagi yang harus dipelajari. Tetapi karena anda telah mengetahui dasarnya, maka tidak akan terlalu sulit apabila anda ingin mempelajari PHP lebih dalam lagi.

Selamat mencoba dan sukses...

file formlogin.php

<?php
/* Include Files *********************/
session_start();
include("koneksi.php");
include("login.php");
/*************************************/
?>

<html>
<title>MI-17 Unikom 2008</title>
<body bgcolor="#00CC33">
<?php
if($logged_in){
   echo 'Login Sebagai '.$_SESSION['username'].''; echo '<div align="right"><a href="logout.php">Logout</a></div>';
   echo '<center><a href="index.php">Home</a></center>';
} else{
   echo 'Belum Login.'; echo '<div align="right"><a href="formlogin.php">Login</a></div>';
   displayLogin();
   echo '<center><a href="index.php">Home</a></center>';
}
?>
</body>
</html>
 

Cara Reset Password Root di MySQL

Dalam kesempatan ini saya coba untuk tuliskan apa yang saya lakukan dalam upaya mereset password root mysql saya, saya buat tulisan singkat ini yang saya ambil dari beberapa sumber, khususnya Manual MySQL yang berjudul How to Reset the Root Password. Sebetulnya manual tersebut sudah cukup jelas dan mudah, tapi kalau Anda merasa agak ribet, cobalah cara di bawah ini:

Buka Terminal dan jalankan sebagai root



Stop dulu MySQL.
Caranya, ketik ini di command prompt.

/etc/init.d/mysql stop

Jalankan kembali MySQL server dengan parameter “-skip-grant-table”.
Caranya ketik ini di command prompt:

mysqld-nt.exe --skip-grant-tables --user=root

Kemudian teruskan dengan perintah berikut:

mysql mysql

Ganti password root dengan perintah SQL.
Misal password yang baru adalah ‘nanda’. Maka caranya jalankan perintah SQL berikut ini (dalam contoh 'user' nys root dan 'password' nya amirun) :

UPDATE USER SET password=PASSWORD('amirun') WHERE Host='localhost' AND USER='root'

Lakukan Perintah Flush Privilege
Caranya adalah dengan mengetikkan  perintah berikut:

FLUSH PRIVILEGES;
 
Setelah itu keluar dari MySQL client dengan perintah exit:

exit
 
Kemudian matikan proses mysqld-nt.exe yang kita jalankan tadi dengan menekan tombol CTRL+Z. Kemudian jalankan kembali di control panel service.
Selamat, password root MySQL sudah direset. Untuk mencobanya, jalankan MySQL client sebagai root.

mysql -u root -p
 
Kemudian ketik password yang baru.
Akhirnya MySql anda berjalan kembali dengan password yang baru
Selamat. anda berhasil..

Cara Memasukkan Iklan Adsense Dalam WordPress


Menempatkan iklan adsense pada postingan blog wordpress sebenarnya dapat menggunakan plugin, namun kita juga dapat menempatkannya secara manual. Berikut cara menempatkan iklan adsense dalam postingan blog secara manual (berlaku hanya untuk blog yang menggunakan hosting sendiri).
  1. Login ke akun wordpress, kemudian pilih Editor pada menu Appereance. Pilih Single Post (single.php).
  2. Kemudian cari kode <?php the_content.
  3. Masukkan script iklan adsense di atas kode tersebut jika iklan adsense akan Anda tampilkan di bagian atas posting, atau di bawah kode tersebut jika Anda ingin menempatkannya di bawah postingan.
  4. Jika Anda menempatkan iklan di bagian atas sebelah kiri maka tempatkan script iklan di dalam kode <div style=’float:left;’> dan </div>
  5. Ganti left dengan right jika anda ingin menempatkannya di sebelah kanan.
  6. Jika tidak berhasil, ada kemungkinan tanda kutip yang anda tulis salah. Seperti tanda kutip berikut: harus diganti dengan . Kedua tanda kutip tersebut berbeda. Coba saja.
Contoh pemasangan:
<div style=’float:left;’>
masukkan script iklan adsense di sini
</div>
<?php the_content(__(‘<div>read more &raquo;</div>’, ‘uti_theme’)); ?>
Nah iklanmu sudah di pasang belum?

File functions.php


File functions.php disini berfungsi sebagai file pendukung untuk menambah dan mengurangi konten sidebar. Dengan file ini kita dapat menambah bermacam-macam widget sidebar yang tersedia pada admin pengguna. Caranya adalah denga men-drag dan drop widget-widget yang dibutuhkan. Drag dan drop dilakukan di Apperance >> Widgets.
Dengan file ini, pengelolaan sidebar menjadi lebih mudah karena penambahannya dilakukan secara otomatis. Jika tidak ada file ini maka penambahan dan pengurangan widget dilakukan secara manual dengan cara mengedit file sidebar.php.

Untuk membuat file functions.php, buka teks editor baru, kemudian isi dengan kode-kode dibawah ini. Setelah itu simpan teks tersebut dengan nama functions.php.

<?php
if ( function_exists('register_sidebar') )
register_sidebar(array(
'before_widget' =
> '<li id="%1$s" class="widget %2$s">',
'after_widget' => '</li>',
'before_title' =
> '<h2 class="widgettitle">',
'after_title' =
> '</h2>',
));
?
>

Membuat File 404.php


File 404.php adalah file yang berguna untuk menampilkan halaman yang isi kontennya tidak ada di database. Halaman ini dimunculkan bisa karena isi konten halaman lama yang tersimpan dalam database sudah dihapus namun link ke halaman tersebut masih muncul pada mesin pencari. Ketika seseorang membuka link halaman tersebut maka halaman tersebut tidak tersedia. Oleh karena itu perlu halaman pengganti yang berguna untuk menggantikan halaman yang tidak tersedia tersebut. Nama halamannya adalah halaman erorr 404 yang menginformasikan bahwa halaman yang diinginkan tidak ditemukan.
Prinsip pembuatan file 404.php hampir sama dengan pembuatan file index.php dan archive.php. Halaman tersebut terdiri dari header, konten, sidebar dan footer. Oleh karena itu kode-kode yang ada pada file 404.php berfungsi memanggil file-file penyusun yaitu header.php, sidebar.php dan footer.php. Contoh kode-kode untuk membuat halaman 404.php adalah seperti di bawah ini. Bukalah sebuah teks editor, salin kode di bawah dan simpan dengan nama 404.php.

<?php get_header(); ?>
<div id="content">
<h2 class="center">></h2>
</div>
<?php get_sidebar(); ?>
<?php get_footer(); ?>


Keterangan:
  1. Kode <?php get_header(); ?> berguna untuk memanggil file header.php.
  2. Kode <div id="content"> sampai kode </div> sebelum kode <?php get_sidebar(); ?> adalah konten yang memberikan keterangan bahwa halaman yang dibuka tidak ditemukan.
  3. Kode <?php get_sidebar(); ?> berguna untuk memanggil file sidebar.php.
  4. Kode <?php get_footer(); ?> berguna untuk memanggil file footer.php.
Sampai disini dulu, ane mo istirahat. ngantuuk.

    Membuat File archive.php


    File archive.php berfungsi menampilkan halaman arsip blog. Kegunaan arsip adalah menempatkan posting ke dalam kelompok-kelompoknya. Arsip blog bisa berupa arsip posting per bulan, arsip posting per category atau arsip tag.
    Prinsip pembuatan file archive.php sama dengan file index.php, yaitu memanggil file header.php, sidebar.php dan footer.php. Perbedaannya terdapat pada isi konten yang disajikan.

    Berikut kode-kode yang digunakan untuk membuat file archive.php. Kode di bawah disalin ke dalam sebuah teks editor kemudian disimpan dengan nama archive.php.

    <?php get_header(); ?>
    <div id="content">
    <?php if (have_posts()) : ?>
    <?php $post = $posts[0];?>
    <?php if (is_category()) { ?>
    <h2><?php printf(__('Archive for the ‘%s’ Category'), single_cat_title('', false)); ?></h2>
    <?php } elseif( is_tag() ) { ?>
    <h2><?php printf(__('Posts Tagged ‘%s’'), single_tag_title('', false) ); ?></h2>
    <?php } elseif (is_day()) { ?>
    <h2><?php printf(_c('Archive for %s|Daily archive page'), get_the_time(__('F jS, Y'))); ?></h2>
    <?php } elseif (is_month()) { ?>
    <h2><?php printf(_c('Archive for %s|Monthly archive page'), get_the_time(__('F, Y'))); ?></h2>
    <?php } elseif (is_year()) { ?>
    <h2><?php printf(_c('Archive for %s|Yearly archive page'), get_the_time(__('Y'))); ?></h2>
    <?php } elseif (is_author()) { ?>
    <h2><?php _e('Author Archive'); ?></h2>
    <?php } elseif (isset($_GET['paged']) && !empty($_GET['paged'])) { ?>
    <h2><?php _e('Blog Archives'); ?></h2>
    <?php } ?>
    <div class="navigation">
    <div class="alignleft"><?php next_posts_link(__('« Older Entries')); ?></div>
    <div class="alignright"><?php previous_posts_link(__('Newer Entries &raquo;')); ?></div>
    </div>
    <?php while (have_posts()) : the_post(); ?>
    <div <?php post_class(); ?>>
    <h2><a href="">></a></h2>
    <small><?php the_time(__('l, F jS, Y')) ?></small>
    <div class="entry">
    <?php the_excerpt() ?>
    </div>
    <p><?php the_tags(__('Tags:'), ', ', '
    '); ?
    > <?php printf(__('Posted in %s'), get_the_category_list(', ')); ?> | <?php edit_post_link(__('Edit'), '', ' | '); ?> <?php comments_popup_link(__('No Comments &#187;'), __('1 Comment &#187;'), __('% Comments &#187;'), '', __('Comments Closed') ); ?></p>
    </div>
    <?php endwhile; ?>
    <div class="navigation">
    <div class="alignleft"><?php next_posts_link(__('&laquo; Older Entries')); ?></div>
    <div class="alignright"><?php previous_posts_link(__('Newer Entries &raquo;')); ?></div>
    </div>
    <?php else :
    if ( is_category() ) {
    printf("
    <h2 class='center'>".__("Sorry, but there aren't any posts in the %s category yet.").'</h2>', single_cat_title('',false));
    } else if ( is_date() ) {
    echo('
    <h2>'.__("Sorry, but there aren't any posts with this date.").'</h2>');
    } else if ( is_author() ) {
    $userdata = get_userdatabylogin(get_query_var('author_name'));
    printf("
    <h2 class='center'>".__("Sorry, but there aren't any posts by %s yet.")."</h2>", $userdata->display_name);
    } else {
    echo("
    <h2 class='center'>".__('No posts found.').</h2>');
    }
    get_search_form();
    endif;
    ?
    >
    </div>

    <?php get_sidebar(); ?>
    <?php get_footer(); ?>

    Keterangan:
    1. Kode <?php get_header(); ?> berguna untuk memanggil file header.php.
    2. Kode <div id="content"> sampai kode </div> sebelum kode <?php get_sidebar(); ?> merupakan konten blog. Isi dari konten blog ini nantinya adalah arsip.
    3. Kode <?php get_sidebar(); ?> berguna untuk memanggil file sidebar.php.
    4. Kode <?php get_footer(); ?> berguna untuk memanggil file footer.php.

    Membuat File single.php


    File single.php adalah file yang berfungsi membentuk satu halaman posting. Ketika halaman posting dibuka maka posting disajikan dengan lengkap termasuk di dalamnya form komentar dan komentar-komentarnya.

    Halaman posting tersusun oleh header, konten, sidebar dan footer. Untuk menyusunnya maka tugas file single.php untuk memanggil file header.php, sidebar.php dan footer.php. Kode-kode untuk single.php seperti contoh di bawah ini. Kode tersebut di salin ke dalam sebuah teks editor dan disimpan dengan nama single.php.

    <?php get_header();?>
    <div id="content">
    <?php if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post(); ?>
    <div <?php post_class(); ?> id="post-<?php the_ID(); ?>">
    <h2><a href="<?php the_permalink() ?>"><?php the_title(); ?></a></h2>
    <div class="entry">
    <?php the_content('<p class="serif">' . __('[...]') . '</p>'); ?>
    <?php wp_link_pages(array('before' => '<p><strong>' . __('Pages:') . '</strong> ', 'after' => '</p>', 'next_or_number' => 'number')); ?>
    <?php the_tags( '<p>' . __('Tags:') . ' ', ', ', '</p>'); ?>
    <p>
    <small>
    <?php printf(__('Posted in %3$s | %1$s'), get_the_time(__('l, F jS, Y')), get_the_time(), get_the_category_list(', ')); ?>
    </small>
    </p>
    </div>
    </div>
    <?php comments_template(); ?>
    <?php endwhile; else: ?>
    <p><?php _e('Sorry, no posts matched your criteria.'); ?></p>
    <?php endif; ?>
    </div>
    <?php get_sidebar(); ?>
    <?php get_footer(); ?>

    Keterangan:
    1. Kode <?php get_header(); ?> berguna untuk memanggil file header.php.
    2. Kode <div id="content"> sampai kode </div> sebelum kode <?php get_sidebar(); ?> adalah konten yang berisi posting tulisan, komentar dan form komentar.
    3. Kode <?php get_sidebar(); ?> berguna untuk memanggil file sidebar.php.
    4. Kode <?php get_footer(); ?> berguna untuk memanggil file footer.php.

    Membuat File footer.php


    Footer termasuk ke dalam salah satu komponen utama penyusun halaman blog. Footer biasanya terletak pada bagian bawah halaman blog. Fungsi footer adalah sebagai penutup halaman. Footer pada theme wordpress biasanya berisi informasi tentang platform pembuat blog (WordPress), nama theme dan nama pembuatnya beserta linknya.

    Kode-kode umum yang digunakan pada footer dapat dilihat di bawah ini. Untuk membuat file footer, cukup disalin kode-kode tersebut ke dalam sebuah teks editor kemudian disimpan dengan nama footer.php.

    <div id="footer">
    <p>
    <?php printf(__('Powered by %2$s'), get_bloginfo('name'), '<a href="http://wordpress.org/">WordPress</a>'); ?>
    <br />Theme dibikin oleh <a href="http://www.yangbikintheme.com/">Yang Bikin Theme</a>
    </p>
    </div>
    </div>
    <?php wp_footer(); ?>
    </body>
    </html>

    Cukup mudah kan membuatnya..

    Membuat File sidebar.php



    Sidebar biasanya terletak di bagian kiri atau bagian kanan halaman. Kadang-kadang sidebar ada juga yang terletak di bagian atas konten atau di bagian bawah konten tergantung kepada keinginan si pembuat theme tentunya.
    Sidebar berfungsi sebagai alat bantu untuk mempersingkat penelusuran isi web dengan link-link atau dengan pencariannya dan untuk menempatkan iklan-iklan atau informasi lainnya yang menunjang halaman Web.

    Untuk membuat file sidebar, bukalah teks editor kemudian simpan dengan nama sidebar.php. Sebelum disimpan, isi teks editor tersebut dengan kode-kode di bawah ini.

    <div id="sidebar">
    <ul>
    <?php if ( !function_exists('dynamic_sidebar') || !dynamic_sidebar() ) : ?>
    <?php endif; ?>
    </ul>
    </div>

    Sidebar ini membutuhkan dukungan file function.php untuk men-drag dan drop isi-isi sidebar. File function.php akan dibahas dalam kesempatan berikutnya.
    Sampai nati. eh balik lagi kesini ya..

    Membuat File index.php


    Setelah kita membuat file header.php, sidebar.php dan footer.php, maka langkah selanjutnya adalah membuat file index.php. File index.php berguna untuk menampilkan halaman utama sebuah blog. Ketika alamat blog diketik pada browser maka halaman index.php lah yang pertama kali dicari kemudian dibuka.
    Halaman yang dibuka oleh file index.php memenuhi struktur theme wordpress. Struktur theme wordpress tersebut terdiri dari header, konten, sidebar, dan footer. Jadi kode-kode pada file index.php berguna untu memanggil file header.php, sidebar.php dan footer.php yang sebelumnya telah kita buat.
    Simpan file dengan nama 'index-php' berikut kode-kode dasarnya:

    <?php get_header(); ?>
    <div id="content">
    <?php if (have_posts()) : ?>
    <?php while (have_posts()) : the_post(); ?>
    <div <?php post_class(); ?> id="post-<?php the_ID(); ?>">
    <h2><a href="<?php the_permalink() ?>"><?php the_title(); ?></a></h2>
    <small><?php the_time(__('F jS, Y')) ?> <!-- by <?php the_author() ?> --></small>
    <?php the_content(__('Read more...')); ?>
    <p><small><?php printf(__('Posted in %s'), get_the_category_list(', ')); ?> | <?php edit_post_link(__('Edit'), '', ' | '); ?> <?php comments_popup_link(__('No Comments &#187;'), __('1 Comment &#187;'), __('% Comments &#187;'), '', __('Comments Closed') ); ?></small></p>
    </div>
    <?php endwhile; ?>
    <p class="navigation">
    <div class="alignleft"><?php next_posts_link(__('&laquo; Older Entries')) ?></div>
    <div class="alignright"><?php previous_posts_link(__('Newer Entries &raquo;')) ?></div>
    </p>
    <?php else : ?>
    <h2 class="center"><?php _e('Not Found'); ?></h2>
    <p class="center"><?php _e('Sorry, but you are looking for something that isn&#8217;t here.'); ?></p>
    <?php get_search_form(); ?>
    <?php endif; ?>
    </div>
    <?php get_sidebar(); ?>
    <?php get_footer(); ?>
     
    Keterangan:
    1. Kode <?php get_header(); ?> berguna untuk memanggil file header.php.
    2. Kode <div id="content"> sampai kode </div> sebelum kode <?php get_sidebar(); ?> adalah konten blog. Isi utama sebuah halaman blog dan merupakan bagian yang paling penting terdapat pada konten ini.
    3. Kode <?php get_sidebar(); ?> berguna untuk memanggil file sidebar.php.
    4. Kode <?php get_footer(); ?> berguna untuk memanggil file footer.php.

    Membuat File header.php

    Keberadaan header sangat penting adanya dalam sebuah blog. Header merupakan kepala dari blog yang akan menjadi identitas sebuah blog. Pada header dicantumkan nama blog dan deskripsi singkat mengenai blog tersebut. Kalau ingin mengetahui apa saja isi dalam sebuah blog, maka lihat saja headernya.

    Di bawah ini adalah kode-kode PHP yang digunakan dalam header theme wordpress. Untuk membuat file header, kode-kode tersebut disalin ke dalam notepad kemudian disimpan dengan nama header.php.

    <!DOCTYPE html


    <head profile="http://gmpg.org/xfn/11">
    <meta http-equiv="Content-Type" content="<?php bloginfo('html_type'); ?>; charset=<?php bloginfo('charset'); ?>" />
    <title><?php wp_title('&laquo;', true, 'right'); ?> <?php bloginfo('name'); ?></title>
    <link rel="stylesheet" href="<?php bloginfo('stylesheet_url'); ?>" type="text/css" media="screen" />
    <link rel="pingback" href="<?php bloginfo('pingback_url'); ?>" />
    <?php if ( is_singular() ) wp_enqueue_script( 'comment-reply' ); ?>
    <?php wp_head(); ?>
    </head>
    <body <?php body_class(); ?>>
    <div id="page">
    <div id="header">
    <h1><a href="<?php echo get_option('home'); ?>/"><?php bloginfo('name'); ?></a></h1>
    <div><?php bloginfo('description'); ?></div>
    </div>
     

    Oracle Database XE Server Linux Ubuntu

    *Bagaimana cara menginstal Oracle Database XE Server pada sistem Linux desktop Ubuntu?.

    *Sebuah database Oracle terdiri dari kumpulan data yang dikelola oleh sistem manajemen database Oracle. Anda dapat mendownload Oracle Database XE server untuk Debian, Mandriva, Novell, Red Hat dan Ubuntu Linux distribusi. Pertama anda perlu untuk mendapatkan database dan berjalan dalam rangka untuk menggunakan Oracle. Database Oracle telah memiliki reputasi di kalangan pengguna Linux baru sebagai sulit untuk diinstal pada sistem Linux. Sekarang Oracle Corporation telah dikemas versi terakhir untuk beberapa distro Linux yang populer dalam upaya untuk meminimalkan tantangan instalasi melampaui tingkat keahlian teknis yang diperlukan untuk menginstal server database.
    Pastikan Anda memiliki cukup ruang disk dan memori

    Jika Anda memiliki kurang dari 1GB memori jalankan dulu perintah berikut untuk membuat swap:


    $ sudo dd if=/dev/zero of=/swpfs1 bs=1M count=1000
    $ sudo mkswap /swpfs1
    $ sudo swapon /swpfs1


    Debian / Ubuntu Oracle instalasi

     Langkah pertama memodifikasi / file / etc apt / sources.list:


    $ sudo vi /etc/apt/sources.list

     Tambahkan baris berikut :

    deb http://oss.oracle.com/debian unstable main non-free

     Simpan dan tutup file tersebut. Selanjutnya impor kunci GPG.

    $ wget http://oss.oracle.com/el4/RPM-GPG-KEY-oracle -O- | sudo apt-key add -

     Update database paket :

    $ sudo apt-get update

     Akhirnya menginstal 'oracle'

    $ sudo apt-get install oracle-xe

     Outputnya :

    Reading package lists... Done
    Building dependency tree
    Reading state information... Done
    The following packages were automatically installed and are no longer required:
    linux-headers-2.6.20-15-generic linux-headers-2.6.20-15
    Use 'apt-get autoremove' to remove them.
    The following extra packages will be installed:
    libaio
    The following NEW packages will be installed:
    libaio oracle-xe
    0 upgraded, 2 newly installed, 0 to remove and 2 not upgraded.
    Need to get 221MB/221MB of archives.
    After unpacking 405MB of additional disk space will be used.
    Do you want to continue [Y/n]? y
    Get:1 http://oss.oracle.com unstable/non-free oracle-xe 10.2.0.1-1.1 [221MB]
    ....
    ...
    .


    Post-install konfigurasi

    Anda harus mengkonfigurasi Oracle TCP / IP port dan parameter lainnya. Cukup ketik perintah berikut:


    $ sudo /etc/init.d/oracle-xe configure

    Outputnya:


     Oracle Database 10g Express Edition Configuration
    -------------------------------------------------
    This will configure on-boot properties of Oracle Database 10g Express
    Edition. The following questions will determine whether the database should
    be starting upon system boot, the ports it will use, and the passwords that
    will be used for database accounts. Press to accept the defaults.
    Ctrl-C will abort.

    Specify the HTTP port that will be used for Oracle Application Express [8080]:
    [Enter key]

    Specify a port that will be used for the database listener [1521]:
    [Enter key]

    Specify a password to be used for database accounts. Note that the same
    password will be used for SYS and SYSTEM. Oracle recommends the use of
    different passwords for each database account. This can be done after
    initial configuration:
    secret
    Confirm the password:
    secret

    Do you want Oracle Database 10g Express Edition to be started on boot (y/n) [y]:y

    Starting Oracle Net Listener...Done
    Configuring Database...Done
    Starting Oracle Database 10g Express Edition Instance...Done
    Installation Completed Successfully.
    To access the Database Home Page go to "http://127.0.0.1:8080/apex"



    Untuk mengakses Halaman database pergi ke http://127.0.0.1:8080/apex. Buka web browser dan ketik url (Anda perlu menggunakan nama pengguna "sistem" dan password konfigurasi sebelumnya)  






    Referensi :
    -Oracle Database 10g Express Edition Downloads
    -Oracle dokumentasi online
    -Database oracle artikel dari Wikipedia

      

    Dobel Boot: Ubuntu / Windows



    Ubuntu - Untuk mengenal dan mempelajari Linux adalah suatu hal yang mudah, hanya memerlukan keinginan kuat dan sedikit keberanian saja. Bagi pengguna Windows hal yang ditakuti saat ingin berganti ke Linux adalah resiko kehilangan data dan file-file penting, sehingga banyak yang beranggapan untuk belajar Linux diperlukan sebuah PC baru untuk menginstalnya.
    Menginstal dan menjalankan Linux tidak dibutuhkan sebuah PC baru. Berikut ini akan kami sampaikan cara menginstal Ubuntu Linux dan Windows 7 dalam satu PC. Ini adalah cara aman sehingga diharapkan instalasi Ubuntu yang akan dilakukan tidak sedikitpun mengubah harddisk yang telah berisi Windows.

    Kami mengasumsikan anda memiliki sebuah PC dengan harddisk yang telah terinstal Windows didalamnya. Anda cukup menambahkan sebuah harddisk baru sebagai tempat menginsatl Ubuntu. Harap perhatikan ini, silahkan letakkan harddisk yang baru ditambahkan sebagai harddisk utama (primary) dan ubah harddisk yang telah berisi Windows sebagai harddisk kedua (secondary) jika anda menggunakan harddisk ATA, mengapa demikian?... ini adalah langkah untuk menghindari penimpaan boot sector harddisk yang telah berisi Windows oleh boot menu Ubuntu (grup / lilo). Jika anda menggunakan harddisk dengan koneksi Serial ATA (SATA), letakkan harddisk baru pada port SATA 1 dan pindahkan harddisk lama pada port SATA 2.

    Silahkan jalankan komputer anda, atur supaya boot device pertama adalah CD/DVD untuk menjalankan Ubuntu Live CD. Tunggulah beberapa saat hingga sistem Ubuntu selesai di muat...

    Pada jendela berikutnya pilih opsi "Try Ubuntu 10.04 LTS"...

    Tunggu hingga destop Ubuntu 10.04 ditampilkan... Jalankan Instalasi dengan mengklik ganda ikon "Install Ubuntu 10.04 LTS"... Installer Ubuntu akan segera dijalankan...

    Pada opsi pilihan bahasa, pilih bahasa yang ingin anda gunakan. Klik "Forward" untuk melanjutkan...

    Pada jendela berikutnya silahkan tentukan wilayah waktu (time zone) tempat anda berada. Klik "Forward" untuk melanjutkan...

    Pada jendela setting keyboard, aturlah susunan keyboard yang anda gunakan atau biarkan pada setting default jika anda menggunakan keyboard standard USA. Klik "Forward" untuk menuju langkah selanjutnya....

    Langkah berikutnya adalah bagian yang sangat penting, berhati-hatilah saat anda memilih harddisk yang akan digunakan menginstal Ubuntu. Dalam contoh ini kami menambahkan Harddisk baru berkapasitas 20 GB dan telah memiliki dua partisi masing-masing berformat NTFS. Silahkan pilih opsi ketiga "Specify partitions manually (advanced)" untuk membuat partisi secara manual. Klik "Forward" untuk melanjutkan...

    Ingat... harddisk baru yang anda tambahkan berada pada posisi "Primary" (harddisk utama), sehingga Ubuntu akan mengenalinya dengan /dev/sda sedangkan harddisk yang telah berisi sistem Windows berada pada posisi "Secondary", sehingga dikenali sebagai /dev/sdb (lihat gambar dibawah untuk lebih jelasnya). Hapus semua partisi yang ada pada /dev/sda. Pilih /dev/sda1 lalu klik tombol "Delete", ulangi langkah ini untuk /dev/sda2 sehingga anda hanya akan memiliki sebuah partisi kosong pada /dev/sda (langkah ini mengacu pada contoh harddisk yang kami tambahkan dimana didalamnya telah memiliki dua partisi NTFS, jika harddisk yang anda tambahkan dalam kondisi kosong tanpa partisi, langkah ini tidak perlu anda lakukan).

    Klik tombol "Forward" untuk melanjutkan ke langkah berikutnya...

    Dibawah /dev/sda, pilih "free space" lalu klik tombol "Add" untuk membuat partisi baru...

    Partisi pertama yang akan kita buat adalah partisi swap, pada jendela yang ditampilkan, pilih opsi "swap area" pada menu dropdown "Us as:". Tentukan kapasitas partisi swap yang anda kehendaki pada kolom "New partition size...", dalam contoh ini kami isi dengan 2000 mb (2 gb). Klik "OK" untuk mulai membuat partisi swap...

    Ulangilah langkah sebelumnya, pilih free space lalu tekan tombol "Add", pada jendela yang ditampilkan, pilih opsi "Primary" pada "Type for the new partition". Tentukan kapasitas partisi yang anda buat, dalam contoh ini kami membuat partisi sebesar 10000 mb (10 gb). Pada "Us as" pilih "Ext4 journaling file system" lalu pilih opsi "/" pada pilihan "Mount point". klik "OK" untuk membuat partisi "/"....

    Berikutnya adalah membuat partisi /home, plih sisa free space lalu klik "Add". Pilih "Primary" untuk "Type for new...", pada kapasitas partisi gunakan seberapapun sisa ruang yang masih ada. Pada "Us as" pilih "Ext4 journaling file system" lalu pilih opsi "/home" pada pilihan "Mount point". klik "OK" untuk membuat partisi "/home" (untuk lebih jelasnya, silahkan lihat gambar)....

    Kini partisi yang dibutuhkan telah siap, klik "Forward untuk melanjutkan proses berikutnya. Isi semua informasi yang diperlukan, nama lengkap anda, user name (digunakan untuk log in), password dan nama komputer yang ingin anda gunakan. Klik "Forward" untuk melanjutlan instalasi...

    Menentukan dimana boot loader akan diinstal, klik "Advanced" untuk menentukan lokasi boot loader...

    Berhati-hatilah... pastikan checbox "Install boot loader" telah anda centang, pada "Device for boot loader installation" pastikan anda telah memilih "/dev/sda" jangan pada lokasi lain, lanjutkan dengan mengklik tombol "OK"...

    Setelah selesai menentukan lokasi boot loader, kini saatnya memulai proses instalasi Ubuntu 10.04, klik "Install" untuk melanjutkan proses instalasi....

    Instalasi segera dijalankan, ini akan memerlukan beberapa waktu bergantung pada spesifikasi komputer yang anda gunakan. Tunggulah hingga proses diselesaikan....

    Setelah proses instalasi selesai, segeralah reboot komputer anda, CD/DVD Ubuntu secara otomatis akan dikeluarkan, ambil CD/DVD anda, lalu tekan enter untuk menyalakan kembali kumputer...

    Nahh.. kini anda telah memiliki dua sitem operasi dalam komputer anda. Saat anda ingin menjalankan Ubuntu 10.04, pilih opsi "Ubuntu with Linux 2.6..." pada menu Grup lalu tekan enter...

    Ubuntu 10.04 akan segera dijalankan untuk anda...

    Dan saat anda ingin menjalankan Windows 7, pilih opsi "Windows 7 ..." dengan cara menekan tombol panah kebawah pada keyboard lalu tekan enter...

    Windows 7 pun siap anda gunakan...

    Selamat mencoba..dan ber Ubuntu ria ha ha ha..

    OPERA Pengganti FireFox

    Opera Pengganti Firefox

    Tips jitu untuk mengatasi solusi pengganti firefox di client, agar billing ga bisa diclose oleh client
    Featured

    Updated  by majalah....@gmail.com
    Untuk mengerti artikel ini, anda wajib sebelumnya telah berhasil menginstall BiOS terlebih dahulu atau minimal telah mencobanya :

    Kelemahan dari firefox bila dipakai untuk manggil dan nampilin client.php di komputer client, yakni si client bisa ngeclose firefoxnya (klik tombol x di pojok kanan), meski ini tidak membahayakan proses penghitungan billing, karena billing tetap jalan di server / operator. Di client hanya sebatas untuk nampilin biaya dan durasi waktu saja.
    Untuk solusinya yakni dengan membuat shorctut di desktop client, jadi user tetap bisa membuka kembali tampilan billing client bila seandainya pernah mengclose baik sengaja maupun tidak.
    Atau petugas warnet bisa juga meremote dari menu operator di sisi operator agar menampilkan biliing di client. (fungsi ini ada di pilihan halaman operator program BiOS)
    Solusi lain di client bisa dibuat aplikasi dengan menggunakan gambas, sehingga ga bisa diclose dengan menggunakan gambas + qtwebkit
    contoh source program gambasnya bisa dilihat di : http://bios.googlecode.com/files/gambas-bios-client-KDE.tar.gz
    tapi sebenarnya ada cara yang lebih mudah, tidak ribet, tidak perlu bikin program, alias MAKNYUS tentunya untuk mengatasi kelemahan ini :D
    yakni di client fungsi firefox diganti dengan opera. ya, karena di opera ada fitur khusus untuk warnet/kiosk shorcut firefox diganti dengan perintah ini (buat dalam satu baris):
    opera -noexit -nochangefullscreen -nomenu -nominmaxbuttons -resetonexit
    -nokeys -nocontextmenu -noprint -nosave -nosysmenu -nohotlist -e
    -geometry 400x250
    http://ip_server/client.php
    keterangan:
    -noexit = browser ga bisa diclose dengan mengklik tombol [x]
    -nochangefullscreen = tampil dalam ukuran biasa, tidak fullscreen
    -nominmaxbuttons = sembunyikan tombol min dan max di pojok kanan.
    tapi di kde ini ga ada efek. no problem-resetonexit = jangan simpan
    ke setting opera -nokeys = matikan fungsi keyboard seperti alt+f4,
    dsb-nocontextmenu = matikan fungsi
    klik kanan-noprint = ga bisa print
    -nosave = ga bisa di save as
    -nosysmenu = sembunyikan menu opera-nohotlist = sembunyikan daftar bookmark
    /hotlist -geometry = set ukuran panjang dan lebar, ukuran 400x250 pas dengan
    tampilan BiOs
    untuk menyembunyikan url location cukup atur di menu Tools / Appearance / Toolbars / Address Bar dan Tab Bar,di menu opera. Jangan lupa progress
    baru di set Off.

     tampilan client dengan menggunakan opera:\









    Oke sampai disini lulu ya. Selamat mencoba.

    Cara mudah Install File tar.gz

    Tags: cara instal aplikasi tar.gz, instal aplikasi ubuntu
    Kali ini saya ingin menjelaskan buat yang masi belajar ubuntu tentang
    cara meginstall program file tar.gz yang sering dijumpai di file linux.
    Ikuti langkah-langkah berikut :


    1. Ekstrak file tar.gz tersebut, biasanya lewat file manager (konqueror atau nautilus). Tingal klik kanan pada file yang akan di ekstrak lalu pilih ekstrak here.atau bisa juga lewat terminal konsole
    $ tar xzvf (nama file, contoh: visual.tar.gz)
    2. Selanjutnya masuk ke folder/direktori yang telah di ekstrak tadi. Kemudian cari file README atau INSTALL yang merupakan petunjuk untuk menginstall file tersebut.
    3. Secara umum instalasi file telbar ( .tar gz atau .tar bz2) bisa dengan cara-cara berikut ini:
    $ cd (nama folder yang di ekstrak)
    $ ./configure
    4. Pastikan tidak ada masalah. Jika ada file-file yang harus diinstall maka install terlebih dahulu file-file yang dibutuhkan.
    5. Setelah selesai lalu lakukan komplasi :
    $ make
    6. lalu install (sebagai root)
    $ su
    $ make install
    dan akhirnya file pun terinstall.
    bila file gagal terinstal berarti ada langkah-langkah yang terlewat dan belum dilakasanakan. maka untuk itu periksa dengan teliti langkah-langkah instalasi di file README atau INSTALL.
    Naa nudah kan. Coba dulu ya.